Cara Melihat Kepribadian Seseorang Dari Selera Kopinya

Kepribadian seseorang itu misteri. Adapun ketika kita punya sahabat sejak kecil yang kita sudah merasa kenal banget, tetap saja akan ada sisi misteri yang belum terungkap. Belum lagi seiring dengan berjalanya waktu dan bertambahnya usia, kepribadian seseorang pun akan berkembang. Apalagi kalau orang lain yang baru kita kenal. Akan lebih banyak lagi yang tidak kita tahu mengenai dia.

Namun, bukan berarti kita tidak mungkin bisa menebak kepribadian seseorang sama sekali. Kita hanya tidak mungkin mengetahui kepribadian seseorang secara akurat. Namun untuk mendekati akurat hal itu masih mungkin.

Ketika kita sudah bersahabat dengan seseorang sejak kecil, mungkin akan mudah menebak kepribadianya. Namun jika kamu diposisi seorang HRD yang harus bisa menebak kepribadian seseorang agar tidak salah memasukan karyawan, atau kamu sedang menimbang-nimbang mana pasangan yang terbaik untuk kamu pilih, kamu butuh alat ukur yang akurat, atau setidaknya bisa membantumu dalam mengambil keputusan.

Oleh karena website Santino ini berhubungan dengan mesin kopi, bubuk kopi, biji kopi dan semua yang ada hubunganya dengan kopi, maka kita tidak akan membahas cara menebak kepribadian seseorang lewat tanggal lahir, garis tangan, atau zodiaknya apa. Melainkan dari caranya ngopi!

Loh kok bisa?

Iya, cara seseorang ngopi juga bisa dianalisa. Ada beberapa informasi mengenai kepribadianya lewat cara ia meminum kopi.

Sebuah studi yang diterbitkan di situs People, menyebutkan bahwa mereka yang menyukai kopi dingin biasanya lebih suka Instagram 27%, sementara pecinta kopi panas lebih aktif di Facebook 35%. Anehnya lagi mereka yang menyukai minuman dingin dan es kopi lebih menyukai cuaca cerah 40%, menonton acara fiksi ilmiah 37%, dan lebih cenderung menjadi bagian dari Gen -Z 40%.

Bagi si penyuka kopi hitam, ia cenderung orang yang lugas dan suka menjaga hal-hal yang sederhana dan teratur. Mereka adalah orang yang terkadang keras kepala namun cenderung menghindari argumen dan konflik, sama seperti selera ngopinya yang sederhana.

Lain lagi bagi si penyuka kopi instan. Mereka cenderung melihat sesuatunya secara luas, malas dengan hal yang detil-detil. Pandai dalam multitasking dan juga bijak dalam berbelanja. Sama seperti selera kopinya, ia menyukai hasil yang cepat dan tidak membuang banyak waktu untuk hal-hal yang kecil. Kalau saja si penyuka kopi instan ini tidak suka menunda-nunda pekerjaan, tentu ia akan lebih produktif.

Kalau kamu yang mana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *