Pengalaman Kurang Menyenangkan Minum Kopi

Ada salah satu sahabat saya yang sudah kecanduan kopi lebih dari 5 tahun mengaku bahwa minuman kopi berdampak pada kesehatan tubuhnya. Ini bukan maksudnya dampak buruk. Tapi dia mengakui bahwa minuman kopi itu ada dampak baik dan dampak buruk yang harus ia terima dari kebiasaanya itu.

Tentu saja tipikal setiap makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita pasti akan ada dua sisi itu. Lalu ini khusus untuk kopi yang ia minum, ia mengaku bahwa kopi adalah teman yang baik untuk berbagai aktifitas produktifnya. Kopi mampu meningkatkan mood dan konsentrasi dia saat bekerja. Namun hal itu tidak selamanya berlaku. Ada kondisi-kondisi tertentu dimana dia justru terganggu dengan kopi yang ia minum.

Salah satu kondisi itu adalah ketika tubuhnya sedang tidak fit. Jika dalam kondisi normal ia mampu minum kopi 3 sampai 4 gelas sehari tanpa merasakan efek samping buruk yang berarti, maka jika tubuhnya sedang tidak fit minum secangkir ukuran sedang saja ia sudah merasa gelisah dan tidak nyaman pada tubuhnya. Niat awal minum kopi saat sedang tidak fit untuk membuatnya lebih baik, ternyata malah efeknya memperburuk.

Efek buruk lain yang secara tidak langsung ia rasakan ada pada kopi adalah rasa candunya. Jadi ini semacam rasa ketergantungan pada kopi pada berbagai kondisi. Ia merasa ada yang kurang kalau di hari itu ia belum ngopi. Efek kopi yang menenagkan setelah meminumnya membuat ia selalu mengandalkan minuman ini di setiap kesempatan ia dapat menikmatinya.

Masalahnya adalah kalau ia sedang banyak pekerjaan hingga kurang tidur. Oleh karena kurang tidur ia merasa kurang konsentrasi dan kurang tenaga, setelah ia minum kopi ia merasakan tenaganya kembali lagi. Lalu ketika tubuhnya kehilangan tenaga lagi ia minum lagi. Akibatnya rasa lelah itu menumpuk dan berdampak buruk pada kesehatanya.

Kopi memang memberikan efek segar setelah meminumnya. Tentu saja kafein yang menyebabkan itu. Tapi tubuh kita merasa lelah adalah bagian dari mekanismenya untuk memaksakan kita beristirahat agar tubuh kita tidak menjadi lebih buruk. Sebaiknya hal ini tidak kita lawan dengan kafein agar tubuh kita masih dalam batas aman.

Itulah beberapa pengalaman dari sahabat saya mengenai efek samping kopi yang kontraproduktif. Tapi itu semua tentu bukan kopi sumber masalahnya, tapi cara ia mengonsumsi kopi. Makanan dan minuman apapun itu membutuhkan dosis yang tepat dan saat yang tepat. Misalnya, ibu yang sedang hamil sedang dalam masa yang rentan. Maka ia harus  lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuhnya. Minum kopi berlebih saat sedang hamil adalah tindakan ceroboh. Sekali lagi bukan kopinya, tapi cara kita mengonsumsi kopi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *